14 Desember 2009

25 November 2009

HARUS BISA

Akan kukatakan bahwa yang hidup itu harus mempunyai semangat untuk selalu berubah menjadi yang lebih baik daripada hari lalu. Sebab dengan semangat seperti itu kehidupan ini mempunyai tantangan. Dan orang yang menyukai tantangan adalah orang yang mempunyai semangat dan mempunyai cita-cita. Mengarungi kehidupan tanpa cita-cita jangan harap bisa berkembang.Kehidupan tanpa visi dan misi jangan harap bisa memendar indah.

Satu, yang diperlukan oleh orang yang menyukai tantangan adalah berani mencoba dan tak takut salah. Kesalahan selalu ada, tetapi jangan berusaha untuk berbuat salah. Tanamkan dalam diri bahwa KITA HARUS BISA, tanpa bernada congkak atau sombong. Dengan arif,penuh perhitungan, dan perencanaan yang matang, raihlah cita-cita yang ada di benakmu.

AKU HARUS BISA! Mengapa tidak? Ketika dilahirkan seorang bayi tidak bisa apa-apa, sampai pada akhirnya bisa tengkurap, merangkak, berjalan walau tertatih, dan akhirnya bisa berjalan bahkan berlari. Awal kelahiran seorang bayi tidak bisa berbicara. Bisanya hanya menangis dan tersenyum dengan suara-suara yang keluar dari mulut mungilnya tanpa makna. Seiring dengan perkembangan, dan si bayi selalu berusaha diiringi dengan semangat ibu dan ayahnya, sampai akhirnya bisa tertawa, dan berkata. Itu semua bukti bahwa kalau kita mau berusaha apapun bisa terjadi.

Ujian Nasional tinggal beberapa bulan ke depan. Sudah siapkah Anda? Kalau belum masih ada waktu. Dan segeralah. Waktu tak akan menunggu Anda. Waktu akan berjalan terus tanpa bisa dihalangi. Waktu akan terus mengerogoti jalan sampai puncaknya yaitu Ujian Nasional. Tanamkan dalam diri Anda "AKU HARUS BISA", Berikan hadiah terindah pada ayah ibumu pada akhir tahun pelajaran. Berikan sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum. Berikan kata LULUS pada mereka, agar kelelahan selama ini berubah menjadi senyum penuh semangat. Jangan pernah menorehkan luka pada hati mereka.Ayah bundamu telah sekuat tenaga mencari uang untuk membiayai studi Anda.Haruskan dibebani lagi berita yang membuat mereka sedih?

AKU SUDAH SIAP!

09 November 2009

Foto Onthel Tua

Berikut ini saya bawakan oleh-oleh beberapa foto sepeda onthel tempo dulu, dari berbagai klub sepeda tua di Surabaya dan sekitarnya. Semoga menjadi wacana dan semangat untuk mencintai sepeda onthel, yang notabene dapat mengurangi polusi udara dan suara.









Fun Bike 10 November




Sepuluh November Fun Bike 2009 baru saja selesai dilaksanakan Minggu, 8 November 2009. Salah satu kegiatan bersepeda ria dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Apalagi rencana rute perjalanan akan melalui jembatan Suramadu yang hingga kini masih menjadi primadona kunjungan wisata bagi sebagaian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Dan mungkin menjadi incaran bagi wisatawan di luar Surabaya. Bisa dikatakan untuk jumlah peserta adalah LUAR BIASA!!!

Niat untuk mengikuti kegiatan ini, tersampaikan begitu saja, secara gethok tular, sehingga terkumpul beberapa teman . Pak Imam, Pak Mudhar, Pak Syamsi, Pak Hari, Pak Heri, Pak Norif, Mas Santo, Pak Bakti, dan saya sendiri. Hanya sayangnya beberapa teman tidak mempunyai sepeda sendiri, tapi dengan semangat 10 November, mereka berusaha mencari pinjaman sepeda, walaupun sepeda itu kurang mendukung. Apalagi sepedanya Pak Norif, membuat Pak Norif pegal-pegal kakinya sehabis pelaksanaan kegiatan tersebut.



Rute diawali dari Tugu Pahlawan, menuju Jalan Tunjungan, Jalan Pemuda belok ke kiri meluncur ke Balai Kota, Belok kiri menuju SMA Komplek, dilanjutkan ke jalan THR/Hi Tech Mall, kemudian berbelok kanan lurus menuju kea rah Jembatan Suramadu. Sebelum sampai di jembatan semua peserta mengumpulkan kupon yang akan diundi di Finish.
Selama perjalanan sambutan masyarakat cukup antusias, apalagi bisa melihat sepeda-sepeda kuno, tempo dulu, dengan seragam dan berbagai atribut sesuai dengan club sepeda mereka masing-masing. Dan yang cukup unik panitia menyediakan konsumsi berbagai macam makanan khas masyarakat bawah, masyarakat desa, seperti ketela, kacang tanah. Dan nikmatnya, bukan main! Makan konsumsi seperti itu di pinggir jalan bersama teman-teman seperjalanan.

02 November 2009

Rindu ini

Rindu ini sebenarnya ingin kutitipkan
Biar rindu berubah menjadi keceriaan
Membingkai diri dalam kebahagiaan
Menikmati rasa yang terpendam

Rindu ini sebenarnya ingin kusampaikan
Aku takut, kau tak mau
Kadang waktu menelantarkanku
Membiarkanku dalam kesendirian

Rindu ini sebenarnya ingin kularungkan
Biar hilang tak berbekas
Tapi aku takut
Tak kan bisa mendaur rindu lagi

Rindu
Apa sih rindu
Satu keinginan tuk bertemu!

Cinta

Janganlah kepunahan cinta membuatmu menangis
Janganlah menangis kau jadikan alas an untuk meratapi cinta

Cinta kan selalu hadir dalam jiwa
Jiwa kan selalu menyelami makna cinta

Cinta dan dongeng adalah sebuah analogi
Sedang analogi di dalamnya ada cinta dan dongeng
Dongeng merindukan cinta sebagai tema
Tema cinta menyeruak diantara insane yang hidup
Hidup tanpa cinta, seperti bara tanpa api
Api sendiri sumber semangat untuk menggapai hidup dan cinta

Cinta dan tangis adalah sebab akibat
Sebab cinta putus mengakibatkan tangis
Tangis sesaat bolehlah karena cinta
Tapi jangan sampai tangis jadi melunturkan semangat menggapai cinta

Sudah Tak Ada Cinta

Ada kala suara harus sumbang
Menyembunyikan makna di sela kegetiran
Membiarkan rayuan angina berlalu
Diantara derit daun kering rimbunan bamboo

Sementara lenguh kerbau menyibak sakit
Mendera berbekas bilur-bilur lara
Merakit koyakan rasa sesal
Tak mampu sadarkan hati

Cinta tak pernah berujung
Mengembara diantara ilalang kering
Mata sayu, menatap tanpa harap
Sedang butiran dingin, membasah

Cinta berlabuh di tebing terjal
Kepak murai telah lama terdiam
Meong manis manja tak tertahan
Mentari murung menepis awan

Cinta tak pernah tuntas
Berjalan di satu lingkaran
Dari satu titik kembali lagi
Makna tak pernah lengkap

Cinta, dongeng dan harap
Berbaur menjelma sarat keinginan
Satu berpendar indah
Satu tenggelam dan hilang

Cinta dan sunyi adalah teman
Bersahabat dengan duka dan kemurungan
Mahligai sudah lama terinjak
Lebur membaur tak berbentuk

Kekasihku Baru Saja Mampir di Mimpiku Tadi Malam

Senang
Suka
Gembira
Bahagia
Kangenku tlah tuntas di ujung malam

Tuk. Ibuku

18 Oktober 2009

Sebenarnya

Sebenarnya,
Aku rindu
Sebenarnya,
Rindu ini hanya untukmu,
Sebenarnya,
Kau rindu aku atau tidak?

Gerakan Ngobrol Kembali

Ramai ...
Ramai lagi!
Ngomong ...
Ngomong lagi!
Teriak ...
Teriak lagi!
Ngobrol ...
Ngobrol lagi!
Ayo! kita ngobrol lagi
Ngobrol dengan topik ngalor ngidul
Biar Indonesia ini ceria
Biar Indonesia ini gembira
Biar Indonesia ini terkenal di seluruh dunia

Ayo! kawan-kawanku
Galakkan ngobrol di lingkunganmu
Ayo! kawan-kawanku
Ajak sanak saudara dan handai tolan
Untuk berasyik-asyik ngobrol
..........

Sayang ...
Ngobrolmu tak bermakna!

Separuh jiwa

Jelang petang kutidurkan jiwa
Istirahat dari tepian yang nanar
Menjauh dari keinginan yang mustahil
Melautkan gundah pada biru tua

Jelang petang, biduk tak berlabuh
Layar terbuka, kumal, tak berbentuk
Kunang bersembunyi di balik cahayanya
Camar sudah parau suaranya

Jelang petang, khusuk tawadhuk
Membalut gelap dengan desahan angin
Menerima rasa dengan separuh nafas
Sampai kini masih di angan

Berbalik, Kulalui Lagi

Merajuk menapaki satu jalan panjang
Membingkai dengan keinginan nyata
Satu tujuan. Tapi jelas
Merindukan senyum merah riang.
Memendar bak merkuri di gelap
Kakiku adalah alat
Sedang nurani adalah cita-cita

Aku terharu di ujung senja
Mencoba mencari tahu
Lika-liku memahami fatamorgana
Tiap detak detik membuatku semakin tak mengerti
Apakah menyerah?
Tidak!
Bagiku, lembayung adalah taruhan jiwa
Menelisik pekat tersembunyi
Menyisir waktu berteman kumbang
Melakonkan kisah orang lain

Keinginan untuk rindu sudah pasti
Sebuah kerinduan tak berujung
Bila terus kukejar
Aku tak akan pernah menemukan diriku.

14 Oktober 2009

Aku Terdiam

Aku terdiam. Dalam diam kutemukan kesunyian. Dalam sunyi bayangmu hadir dengan seulas senyum. Dalam senyummu terpatri luka. Luka yang pernah menyeleubungi jiwa. Jiwa yang sadar akan kedudukan diri. Diri yang tak pernah memaksa kehendak. Kehendakmu kau kekang dengan seutas keyakinan. Keyakinan yang lahir dari diri yang suci tanpa ada keinginan yang terselubung. Keinginanmu adalah membahagiakanku.

Dari : Cerita usang tak bertepi

Ribut Istilah Ibu dan Ayah

Kalau ibu, umi
Kalau ayah, abah

Kalau ibu, mama
Kalau ayah, papa

Kalau ibu, mami
Kalau ayah, papi

Kalau ibu, nyokap
Kalau ayah, bokap

Kalau ibu, memes
Kalau ayah, pepes

Kalau ibu, bunda
kalau ayah, panda

Nah, beres khan!

Cerita Paling Pendek

Aku bangun pagi.
Berhubung masih mengantuk, aku tidur lagi

Kutipu Kau

Hari Senin. Aku berhasil menipu kau.
Hari Selasa. Aku juga berhasil menipu kau.
Hari Rabu. Sekali lagi aku menipu kau.
Hari Kamis. Aku menipu kau lagi.
Hari Jumat. Aku bertobat ketika sholat Jumat di masjid.
Hari Sabtu. Aku ulangi menipu kau.
Hari Minggu. Aku tertipu.
Hari tanpa nama. Aku tak bisa menipu diriku sendiri.

05 Oktober 2009

Lathi

Ungkapan adalah jati diri yang tampak pada kalimat yang diucapkan. Dalam bahasa Jawa Lathi kuwi luwih landhep tinimbang glati, Tutur kata itu lebih tajam daripada sebuah pisau. Kadang dalam keseharian seseorang dengan baju kebesarannya, duduk betopang dengan jati diri yang dianggap paling hakiki, tidak memperdulikan orang lain. Dengan menyandang pangkat di bahu kiri dan kanan, berusaha menunjukkan wibawa yang jauh dari arti kewibawaan itu sendiri. Berusaha menjadi sosok yang sempurna. Tindak tanduk yang menyiratkan kaum ningrat, kaum terpelajar, Adi luhung, adi busana, adi tata, namun semua itu hanya lipstick, menempel, bergelayut tapi jauh dari kebenaran. Indah dipandang. Indah untuk dinikmati, namun berisi kebohongan. Lathi glati, Tutur kata yang sangat menyakitkan, membelah dada, menyobek nurani, merendahkan, meremehkan. Tak terasa memang, tapi sebelum berkata hendaknya mampir dulu di otak dirasakan maknanya, baru berucap dengan santun. Bukan kebalikannya, bicara dulu baru mampir di otak.
Entah sadar atau tidak, kita hidup sudah berpuluh tahun. Uban sudah menghiasi sebagian besar dari parade rambut hitam. Namun begitu lathi sering melalaikan manfaat, dan selalu menyakitkan. Apakah tidak bisa berubah seperti sehelai rambut hitam? Bisa, bila mau instropeksi diri sendiri. Mementingkan kepentingan umum, daripada kepentingan pribadi, atau kelompoknya. Dan yang penting selalu berprasangka positif. Jauh dari suudhon.

Lathi kuwi jejeging diri. Lathi kang tumata bakal menjadi citra diri kang luwih becik. Aura kewibawaan akan muncul dengan sendirinya. Tak perlu untuk menciptakannya. Tapi apabila lathi kuwi sumebar ora nganggo tatanan, akan menjadi bumerang yang menyakitkan. Yang akan melemparkan diri kita ke tahi kerbau. Tak mempunyai makna.

Sumangga kita sedayah njagi lathi kathi reseking manah marang wong liya.

Duh Gusti

Duh Gusti! Mengapa sampai saat ini aku masih menjadi manusia, kalau aku masih belum bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
Duh Gusti! Mengapa sampai saat ini aku masih menjadi hambamu, walau aku sudah lima kali dalam setiap hari selalu merujuk kepadaMu, namun aku tak bisa membedakan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan untuk kemaslahatan umat.
Duh Gusti! Mengapa sampai saat ini Engkau masih memaafkan segala salah dan khilafku, sedang aku sendiri tak pernah bisa memaafkan kesalahan orang lain.
Duh Gusti! Mengapa Engkau sampai saat ini masih sering memberikan kebijakaan kepadaku, sedang aku sendiri tak pernah menggubris segala rengekan orang lain.
Duh Gusti! Mengapa Engkau masih sering mengingatkanku, sedang aku sendiri selalu tak pernah ingat tentang tindak tandukku.
Duh Gusti! Mengapa Engkau sampai saat ini masih selalu memberikan pelukan kasih sayang kepadaku, sedang aku sendiri masih sangat jarang memberikan perhatian kepada orang-orang yang seharusnya membutuhkan.
Duh Gusti! Mengapa Engkau sampai saat ini masih memberiku kesempatan untuk menikmati pagi, sedang aku sendiri lupa akan jati diriku ketika aku dilahirkan dari rahim seorang ibu.
Duh Gusti! Mengapa Engkau masih memberiku senyuman yang tulus, sedang aku tak pernah setulus itu memberi senyuman kepada orang lain. Senyum yang menghias di bibirku hanyalah sebuah keterpaksaan untuk menghargai orang lain.
Duh Gusti! Mengapa Engkau selalu berprasangka baik kepadaku, sedang aku sering berprasangka buruk kepada orang lain.

Duh Gusti! Hidupku adalah untukMU, namun aku tak pernah bisa memberi hidup kepada orang lain. Segala yang ada dalam genggamku, adalah milikku, sedang orang lain adalah kaki tanganku yang harus bersimpuh menyembahku. Meng-iyakan segala titahku. Selalu membenarkan tindak tandukku. Sekali berkata tidak. Sekali menyepelekan keinginanku. Kusapu bersih sampai keakar-akarnya.
Bagiku yang benar menurutku adalah yang paling benar, sedang yang lain nonsen. Tak pernah kuperhatikan secara bijak. Bahkan kalaupun mereka rakyat jelata menangis tersedu-sedu bersimbah airmata darah, aku tetap berpaling, dan membenarkan kebijakanku.

Duh Gusti! Ingatkan hambaMU yang hina ini dengan seluruh kasih sayangMu. Berilah peringatan dengan keras pada diriku. Berikan noda jelaga pada kebesaranku. Berikan duka yang mendalam dalam kehidupanku. Sebab dengan itu semua, aku yakin bahwa aku akan segera sadar bahwa diriku adalah umatmu yang kecil, dihadapanMu adalah makhluk yang tak berkelas. Dengan semua itu harapanku, aku akan segera sadar, bahwa aku begitu sombong dengan pakaian duniaku, aku begitu angkuh dengan atribut yang menempel di jati diriku.

Duh Gusti! Eling, memang sulit. Melihat noda di dahi kita adalah tak mungkin, tapi mengoreksi sedikit salah orang lain begitu mudah. Kepentingan diri adalah yang utama, sedang kepentingan orang lain adalah kebijakan yang kesekian untuk mendapatkan kata “iya”

Aku di ujung kelupaan. Aku di ujung kepikunan, dan mungkin sebentar lagi, aku akan terbenam dalam kegelapan yang hakiki sehingga akan melupakan rasa welas asih, rasa bijak yang benar-benar bijak. Rasa sayang yang benar-benar sayang.

Semoga, aku tak seperti itu!


(Jendela batin adalah yang kulihat, kudengar, dan kurasakan)

25 September 2009

SMS Lebaran

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman, sahabat, anak-anakku, yang telah mengirimkan sms ucapan Ramadhan dan lebaran. Saya juga mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan, dan khilaf, baik ucapan, tingkahlaku, yang pernah menyinggung hati teman, sahabat, dan anak-anakku. Semoga di hari yang fitri ini kita akan kembali bisa menjalani kehidupan ini dengan hati yang lapang membuang segala syak prasangka. Dan semoga ibadah sebulan penuh yang kita jalani akan mendapatkan barokah dan manfaat, sehingga di perjalanan waktu yang akan datang kita semua lebih giat dalam beribadah.
Berikut saya postingkan beberapa sms yang masuk ke telepon genggamku.
Nuwun kadang kinasih, sugeng mangayu bagyo 1 Syawal 1430 H. Sumangga samiyo kendel ingkang salugu hanyuwungaken driya hamengku isi, nyandhong tumuruning sih wahyu nugraha “Suksma, sinuksmaya winahya ing ngasepi, sinempen telenging kalbu, pembukaning warana, tarlon saking liyep layating ngaluyut, pindha pesating supena, sumusu ping rasa jati. Yudhistira agia. 085645399 …

Diam bukan berarti tak bicara. Dengan segala perbuatan, perkataan dan tingkah laku kita, kesalahan yang pernah kita perbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja, yang pernah kita perbuat dulu maupun sekarang, Dengan segenap jiwa, kami mengucapkan MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Met lebaran and menikmati hari raya ini dengan senyuman pada keluarga – Rizky

Taqabbalallahu minna wa minkum wa min jamii’il muslimin, wa waffaqa wa iyyakum lima yuhibbu wa yardha, innahu jawaadun kariem. Wa ahaalallahu ‘alaikum waghafarallahu lana wa lakum, minal ‘aidin wal faa’izin. Kullu ‘aan wa antum bikhair . Kami mohon maaf atas segala khilaf. – 085648081…

Kami sekeluarga mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Maafkan segala kesalahan saya kalau selama menjadi siswa banyak berbuat salah. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin – Ilham sekeluarga

Kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin. – Yohana

Sepuluh jari tersusun rapi. Bunga melati pengharum hati. SMS dikirm pengganti diri. Memohon maaf setulus hati. Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin. – Yahya Happy

Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. – Dyan Aprel

Mengucapkan selamat Idul Fitri 1430 H. Taqabbalallahu Minna waminkum maaf lahir dan batin. _ Sudarji dan keluarga

Tarawih, sahur, puasa dan buka, itu semua hanya ada pada bulan Ramadhan yang indah ini, yang akan segera kita akhiri dengan sholat Idul Fitri, dan tak lupa disertai dengan ucapan bibir yang suci,minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin – Uli dan keluarga

Dalam perjalanan waktu, begitu banyak salah dan silap yang aku lakukan. Jika air mampu membersihkan noda dalam tubuh, maka noda di hati mampu dibersihkan dengan hadirnya bulan Ramadhan. Kini di hari kemenangan penuh fitri mari kita harumkan hati kita dengan saling memaafkan. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1430 H. – Enno

Allahu Akbar …3X Gema takbir menghiasi jagad. Di hari yang fitri ini ijinkan kami untuk meminta maaf atas semua salah dan khilaf. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. – Heri

Seiring takbir menggema tuk luluh lantakan dosa di hari fitri. Minal aidin wal faizin, taqobbalalahu minna wa minkum kullu ‘amin bikhoir. – Budi sekeluarga

Daun pandan ujungnya menyatu. Sungguh enak dibuat anyaman. Hari kemenangan tlah dating. Salah dan khilaf mohon dimaafkan. Taqobballalhu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin – Dedik Sekeluarga

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap, tiada kata kecuali saling maaf, jalin ukhuwah islamiyah dan kasih sayang, raih indahnya kemenagan hakiki. Selamat hari raya idul fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. – Amanda Liandini

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maafkan semua keslahan Ridho, baik disengaja dan tidak tidak disengaja – Ridho Herlangga

Tiada kata seindah maaf. Ijinkan ke-2 tangan dan hati bersimpuh maaf, untuk lisan yang tak terjaga, janji terabaikan, hati yang berprasangka dan sikap yang pernah menyakitkan. Mohon maaf Lahir Batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. – Suci dan keluarga

Bila kata merangkai dusta Bila langkah membekas lara. Bila hati penuh prasangka dan bila tingkah yang menorah luka. Mohon bukakan pintu maaf. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Med hari raya Idil Fitri – Koko sekeluarga

Trims. Kami sekuluarga juga mengucapkan Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin – Arum dan keluarga

Bulan Ramadhan telah kita tinggalkan. Mari kita sambut hari kemenangan dengan hati yang bersih. Hati yang suci dari segala macam dendam. Selamat hari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf jika Dyan banyak salah dan dosa – Dyan Aprel.

Ketika gemuruh suara takbir mulai terdengar berkumandang. Ketika suara bedug mulai melantunkan teriakan kemenangan. Ketika hati ini sadar ingin kembali suci nan fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin – Ken Tantri

Begitu juga kami mohon maaf – Imams s keluarga

Amin, mohon maaf lahir batin juga pak – Eko Sri

Tarawih, sahur, puasa dan buka itu semua hanya ada pada bulan Ramadhan yang indah ini, yang akan segera kita akhiri dengan sholat Idul Fitri, dan tidak lupa disertai dengan ucapan bibir yang suci, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin – Aryo dan keluarga

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Gema takbir hari ini sukses dikumandangkan. Alhamdulillah. Mari kita rayakan hari yang Aidil Fitri ini dengan hati yang bersih dari segala dosa. Amieen. I just wanna say Selamat Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin – 085648002…

Ass. Wr. Wb. Perkenan dihari yang fitri ini Nivo dan sekeluarga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT dan segala kesalahan dan dosa kita diampuniNya. Amien. Wss. Wr. Wb.

Tebing tinggi dapat didaki. Dendam dihati susah dijajaki. Jelang Ramadhan bersihkan hati kikis semua benci dan deki. Mohon maaf sepenuh hati atas semua salah selama ini. Met Hari Raya Idul Fitri. – Chintia

Takbir kini berkumandang tanda kemenangan telah dating seiring kata maaf yang membuat hati tenang. Selamat Idul Fitri 1430 H. bersama keluarga mohon maafkan segala salah khilaf lahir dan batin – Erni

Lebaran omedetou Gozaimasu. Michigatta koto O Yoroshite kudasai. Lebaran telah dating. Mohon maaf lahir dan batin – Arfita

Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin – Farid

Malam telah menggantikan senja. Takbir telah berkumandang. Butir2 embun telah menandai datangnya hari kemenangan. Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin – 085731064…

Esok kita akan menuju kemenangan dari apa yang kita perbuat dalam bulan suci ini tapi ijinkan saya mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Salam untuk keluarga ya pak – Ismi

Yang singkat itu waktu. Yang dekat itu mati. Yang berat itu amanah. Yang sulit itu ikhlas. Yang mudah itu berbuat dosa, dan yang terindah adalah memaafkan met Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin – Dinda dan keluarga

Bulan Ramadhan telah berlalu. Kini saatnya kita raih hari kemenangan. Ananda mengucapkan Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin – Saadiyah

Ramadhan telah berlalu, kita sambut hari yang fitri, kita semua pernah salah semoga terampuni dan termaafkan, kita pererat persaudaraan, persahabatan untuk yang akan dating dengan ikhlas, teriring ucapan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin _ Betty dan keluarga

Kita dalam kegelapan batin. Kita bingung harus kemana jalan yang aku ambil. Tapi ketika kudengar adzan takbir. Aku tertuntun dijalanMu. Tuk menuju fitrohmu ya Allah. Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin – 085645605…

Tertegun tersentak di malam hari … Menunaikan sebuah kewajiban suci. Bekal tuk menjalani hari. Berukir niat ikhlas nan suci. Semoga sahur ini menguatkan kita sepanjang hari. Met sahur _ Enno

Setting niat. Upgrade iman. Dowload sabar. Delete dosa. Approve maaf dan hunting pahala. Dan getting Guest List masuk surga Amin. Jelang Ramadhan maafin Ken ya!! – Ken

Tertunduk fakir dalam hening. Terpenggal hati dalam khusyuk. Malam bersenandung merdu. Lautan pujian bagi Yang Maha Kuasa. Tak kuasa menahan waktu. Bulan Ramadhan kembali menyejukkan kita. Sanubari yang haus akan hidayah dan pahala. Menyambut bulan nan suci. Marilah kita membersihkan hati saling memaafkan silap diri. Memperbanyak azikir. Marhaban ya Ramadhan…- Enno

Seuntai kata terungkap dari jiwa. Seulas senyum memberi pesona. Aku alunkan nada tapi tak bersuara, hanya lewat smsku tertulis sebuah kata Mohon maaf lahir dan batin dan Selamat menjalankan ibadah puasa. Amin3X – 085645399…

Marhaban ya ramadhan jika Allah berkehendak InsyaAllah kita menemui bulan yang penuh barokah. Semoga gelar taqwa InsyaAllah milik kita. Salah paham, kesedihan, egois, sakit hati, adalah proses dari kehidupan kita. Semoga ramadhan ini membawa perbaikan dan kesejukan serta dianugrahi kebeningan hati, dengan segala kekurangan dan kerendahan hati serta kehilafan dan kelalaian yang pernah saya lakukan. Jauh di dalam hati yang senantiasa dalam genggaman Allah Amin. Syamsi sekeluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa maaf lahir batin – Syamsi dan keluarga

Selamat menunaikan ibadah puasa 1430 H Untuk pak Edie sekeluarga mohon maaf lahir dan batin - Saadiyah

11 September 2009

Mudik Lagi

Hari ini, Jumat aku sudah bersiap-siap menata beberapa baju anakku, karena besok hari Minggu mereka akan berangkat mudik ke rumah eyangnya di Klaten. Tahun kemarin adikku yang datang ke Surabaya, maka tahun ini ada keawjiban yaitu aku dan keluarga harus datang ke Klaten. Sudah satu minggu yang lalu aku sudah mendapatkan tiket Sancaka, jurusan Surabaya-yogyakarta. Awalnya aku ingin pinjam mobil sekolah untuk mudik, tapi karena anak-anak ingin naik kereta maka hal itu aku batalkan. Dan lagi naik kereta lebih enjoy dan lancar. Selama perjalanan anak-anakku begitu menikmati. Kebetulan perjalanan ini juga dengan adikku yang juga sudah mempunyai dua orang putra yang masih kecil. Hanya yang perlu diperhatikan ternyata perjalanan pada siang hari begitu lamban. Sancaka biasanya akan berhenti pada stasiun-staiun tertentu, kali ini stasiun kecilpun juga disinggahi. Seharusnya jarak tempuh Surabaya-Klaten hanya lima jam, kali ini satu setengah lebih lama. Ini merupakan pengalaman terbaru jadi lain kali kalau melakukan perjalanan lebih baik memilih Sancaka yang sore hari, disamping lebih dingin udaranya, mungkin lebih cepat.

Sampai di Klaten, kurang lebih tiga jam istirahat, aku dan istriku sudah harus kembali ke Surabaya, karena esok hari masih harus kerja. Sore itu kami menggunakan Sancaka yang sore hari. Start dari Klaten pukul 16.30 tepat. Ternyata memang benar perjalanan sore hari lebih tenang, karena suasana tidak panas atau gerah. Dan kebetulan yang numpang Sancaka juga cukup sedikit alhasil saya dapat dua kursi, dan nyonya juga dapat dua kursi. Selama di perjalanan di luar kereta hanya gelap gulita. Dan stasiun kecil tidak pernah berhenti sehingga sampai di Surabaya pukul 21.00.

MUDIK HONDA
Pak Syamsi teman satu kantor melihat pengumuman di harian Surya, bahwa Honda akan mengadakan mudik bareng dengan rute utama Surabaya-Solo, Surabaya-Klaten, dan Surabaya-Yogya. Dengan pertimbangan gratis dan mendapat fasilitas yang cukup dari panitia, dan juga merupakan pengalaman pertama touring keluar kota yang cukup jauh dengan bareng-bareng, maka kami berdua mendaftarkan diri menjadi peserta di harian Surya di jalan Margorejo. Dengan berbekal fotokopi SIM, STNK dan KTP, kami memperoleh kartu pendaftaran.

Beberapa hari kemudian kami mendapat info dari pihak Panitia bahwa untuk teknikal meeting yang sedianya diadakan di gedung Kompas, ternyata dipindahkan ke gedung Gramedia Expo. Setelah beberapa kali kami mendapatkan info, maka pada hari yang ditentukan kami mengikuti acara pembekalan di gedung Gramedia Expo di jalan Basuki Rahmat. Kami masuk pada kolter kedua, yaitu sekita pukul 11.00. Pada kesempatan itu dijelaskan teknik touring, dengan kelompok, perlengkapan toring yang wajib kita bawa dan kenakan. Hadir pada saat itu perwakilan dari Polda, dan Panitia. Sebelum masuk kita mendapat stiker dan snack.

Pada tanggal 18 September 2009, menurut undangan kita harus hadir di Gramed Expo pukul 05.00 untuk regristasi ulang. Tapi say janjian dengan pak Syamsi datang pukul 08.30. Sampai di Gramed ternyata sudah banyak peserta yang hadir, bahkan karena lahan parkir/start yang tidak cukup, maka motor kami ditempatkan di aula, yang disitu juga terdapat panggung untuk menghibur peserta Mudik Bareng Honda. Setelah registrasi saya mendapat nomor start 200 sedang pak Syamsi 214. Jumlah peserta seluruhnya kurang lebih 250. Itupan banyak peserta yang ditolak, atau peserta yang sudah mendaftar tetapi tidak dihubungi kembali oleh panitia, maka pendaftar itu dianggap tidak ikut. Sebenarnya banyak pendaftar yang kecewa, tapi mau apalagi. Itu adalah hak panitia. Mungkin untuk program mudik tahun depan, sejak awal ditentukan kuota pengikut mudik, sehingga tidak mengecewakan banyak orang.

06 September 2009

Lomba Tari JMP

Alhamdulillah, puasa lagi
Ini hari masih bisa menikmati puasa Ramadhan dengan ceria dan sehat.

Minggu, 6 September 2009, untuk yang kesekian kalinya Windul ikut lomba menari. Kali ini lomba tersebut diadakan di JMP (Jembatan Merah Plasa). Lomba menari perseorangan. Awalnya pipit kecilku ini tidak mau mengikuti lomba tersebut. Tapi karena desakan ibunya, akhirnya Windul mau mengikuti acara tersebut, walau dalam keadaan terpaksa. Dengan terpaksa pula aku ikut memberi dukungan, agar putri semata wayangku ini mempunyai semangat.
Pukul 07.30 kami bertiga sudah berada di jalan menuju rumah Mailani, teman Windul, untuk rias dan berganti pakaian. Kebetulan rumah Mailani tersebut dekat dengan JMP, kurang lebih 300 meter dari pintu gerbang JMP. Sambil menunggu mereka yang berganti pakaian, saya mencoba menikmati Jembatan Merah, yang sudah tak merah lagi. Jembatan legendaris, bukti kepahlawanan arek-arek Suroboyo. Jembatan yang telah meminta beribu nyawa dengan lautan merah darah yang tertumpa di sekitanya. Saat ini Jembatan Merah kondisinya agak memprihatinkan apalagi kondisi di sekitarnya. Di kolong jembatan dengan jelas kulihat tumpukan sampah menggunung, Sedang di sekitar plengsengan jembatan, sampah dan semak belukar akur jadi satu, dan kulihat beberapa tunawisma tampak asyik hidup di sekitar Jembatan. Kondisi bangunan kuno di sekitar jembatan sama saja. Kumuh tidak terawat.

Tepat pukul 11.00 Windul dan ketiga temannya sudah siap menuju ke JMP. Sampai di JMP Baru lantai satu, ramai penuh sesak dengan pengunjung dengan tujuannya masing-masing. Di dekat lift sudah ada sebuah panggung yang hanya dihiasi sebuah sepanduk promosi. Kali ini Windul akan menari Tari Menthok. Sebuah tari yang menggambarkan seekor menthok dengan tingkah polahnya. Acara baru dimulai pukul 11.30, diawali dengan nomor peserta 11, ternyata nomor tersebut belum siap. Nah disini kelihatan penyelenggara acara tersebut aku katakan tidak profesional. Tidak ada aturan yang jelas mengenai pelaksanaan lomba. Sepengetahuanku ketika mengkuti kegiatan semacam ini, pasti ada aturan yang jelas. Misalnya daftar ulang harus jelas waktunya, kemudian apabila dipanggil tiga kali tidak datang, dianggap gugur, dan sebagainya. Tapi dalam acara ini tidak jelas. Dengan agak dongkol hal tersebut sempat juga saya tanyakan pada panitia. Tapi kemudian aku menyadari hari ini aku puasa, maka perasaan dongkol tersebut berusaha saya buang jauh-jauuuuuuhh. Takut pahala puasanya dikurangi.

Melihat penampilan anak-anak kecil yang berkompetisi tersebut tersirat rasa bangga, ternyata masih ada beberapa gelintir dari kita yang berusaha untuk melestarikan budaya asli Indonesia. bahkan pada kompetisi khusus remaja, rata-rata yang tampil sudah mahasiswi. Walaupun tidak mendapatkan juara, tetap semangat untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya tari tradisional. Sempat juga Windul bertanya kepadaku. Pak ngak juara kan tidak apa-apa ya? Aku begitu trenyuh, mendengar pipit kecilku bertanya demikian. Sepertinya ada beban mental yang dia tanggung. Bahwa setiap ada lomba harus menjadi juara. Sejenak aku tak dapat berkata apa-apa. Beberapa detik kemudian aku kuatkan hati untuk mengatakan. Win, lomba itu ada yang menang dan ada juga yang kalah. memang bapak mengharapkan kamu menjadi juara, tetapi walaupun tidak juga tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah menunjukkan bahwa kamu adalah putri bapak yang mampu untuk menari dihadapan orang banyak. Dan lomba ini jadikan pelajaran untuk berlatih mental. Sambil kudekap dia, kuacak menuju tempat parkir motor.

Alhamdulillah, aku telah dianugrahi seorang putri yang demikian peka.

07 Agustus 2009

SEJENAK

Dalam sekejap
Ada kesunyian hadir
Merangkulku dengan mesra
Mencium pipi sebelah kiriku
Membisikkan kata-kata penuh makna

Ada desiran menerpa wajahku
Menyibak rambut
Dingin

Sejenak
Ada kegalauan yang telah lama
Aku menunduk
Diam
Lama sekali
Mencoba memahami banyak makna
Mencoba merenggut
Mencoba memaksa
Mengambil yang telah lama hilang

06 Juni 2009

Belajar Berenang

Hari ini adalah hari yang keenam saya dan anak-anak belajar berenang. Ternyata kalau sudah berumur seperti ini disuruh belajar berenang susah juga. Mas Kiky yang sedari kemarin sangat antusias ternyata dia bisa membuktikan diri kalau bisa berenang. Pada hari keenam dia sudah bisa menguasahi gaya katak, yang meruapakan gaya dasar untuk belajar berenang. Sedang aku bolak-balik hanya bisa meluncur, tanpa bisa mengambil nafas kembali alias hanya menyelam. Ketika persediaan udara di paru-paru sudah habis, terpaksa deh harus berhenti. Wah Capek banget! Lain dengan Mas Kiky karena dia sudah bisa mengambil udara di perjalanan berenang maka dia berulang kali bisa menuntaskan berenang jarak 25 meter, yang merupakan lebar dari kolam renang di tempat kami belajar berenang.
Hari ini ada yang spesial, karena ayah saya akan mengajarkan bagaimana mengapung di atas air bisa dilakukan berjam-jam tanpa tenggelam. Wah menarik juga!. Dengan semangat 45 kami berlima sudah tiba di kolam renang pukul 07.30. Semua ingin melihat apakah perkataan eyangnya benar. Tiba di kolam renang saya, windul dan mas Kiky langsung jebur ke air, sedang Eyang belum, masih pemanasan dengan cara berlari-lari keliling kolam renang. Mas Kiky sudah tidak sabaran, sehingga dia memanggil Eyangnya. Tetapi sang Eyang hanya tersenyum dan tetap berlari keliling kolam. Banyak pandangan mata tertuju pada ayah saya, mungkin karena dia paling tua di kolam renang tersebut, kebetulan rambut ayah saya sudah ubanan semua. Setelah ayah masuk kolam langsung dia mempraktikkan diri, dengan cara tidur seperti di kasur, e.. ternyata benar, dia bisa mengapung. Benar-benar bisa mengapung di atas air. Posisi kepala tetap di atas air, sehingga dia selalu bernafas. Wah kalau bisa posisi seperti itu, walaupun 10 jam di atas air kita tidak akan capek, lha seperti orang tidur di atas kasur. Hebat! Hebat!! kataku. Kemudian dia juga memperagakan di kolam dengan kedalaman 4 meter, dan cara berenangnyapun juga unik, posisi kepala selalu di atas air, sehingga setiap saat selalu bisa menghirup udara. Satu lagi dia memperagakan bagaimana cara berenang dengan gaya tidur bukan gaya punggung. Dia dalam posisi tidur seperti mengapung tadi, kemudian dia menggerakkan kakinya seperti seekor katak, dan sedikit menggerakkan tangan. E, bisa juga, tetap posisi kepala di atas air. Hebat lagi!
Kata beliau kalau di kolam yang lebih dalam lebih enak lagi, karena daya dorong dari dalam air lebih kuat, sehingga kemungkinan besar kita akan terapung dengan sendirinya. Tiba waktunya mas Kiky mencoba mempraktikkan. Satu kali dua kali berhasil, pada percobaan berikutnya kadang tenggelam. Wah lain kali perlu dicoba lagi.
Untuk Windul, hari ini adalah hari pertama masuk kolam dengan ketinggian 2 meter. Masih ada rasa takut tenggelam, walaupun sudah saya bopong. Untungnya ada semangat untuk belajar berenang. Moga lain kali bisa lebih giat lagi

29 Mei 2009

Fotokoe






24 Mei 2009

Foto Soekarno


Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.


Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).

Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.

Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme).

Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.
Anda ingin foto Soekarno yang lain, silahkan menghubungi E-mail:ajinanda@yahoo.com

23 Mei 2009

Sajak Seribu

Seribu rupiah
masuk ponten

Seribu rupiah
koran sore

Seribu rupiah
parkir motor

Seribu rupiah
pengaman datang

Seribu rupiah
pengemis ada

Seribu rupiah
teh hangat

Seribu rupiah
infaq di masjid

Masya' Allah !

22 Mei 2009

Kehabisan Ha...

Ha ... ha ... ha ... ha ... ha ... ha ...
Ha ... ha ... ha ... ha ... ha ...
Ha ... ha ... ha ... ha ...
Ha ... ha ... ha ...
Ha ... ha ...
Ha ...
...
...
...
Diam,
Kaku.

Di Matamu Kulihat Bintang


Tatkala rembulan hadir di mayapada
Membias indah berkerudung awan tipis
Kau hadir manja di pangkuan yang lelah
Tatapan mata yang nakal
Hidung kecil menawan
Dan seulas senyum menggoda
Membangkitkan sukma mengusir kepenatan

Kutatap tajam jauh di ujung bola matamu
Kutemukan kedamaian berjuta bintang
Tidak ada yang menyamai
Sejuk, tenang, bahagia memeluk gelap malam

Non ...!
Tak pernah kumerasakan seperti ini
Desah menggelitik jauh di selasar nuraniku
Sejenak membawaku dalam lamunan fatamorgana
Mayapada indah. Cemerlang penuh kedamaian

Non ...!
Pernah kukatakan
Aku suka lekuk indah pada bola matamu
sebab ...
Di sana kutemukan berjuta bintang tiada tara

18 Mei 2009

Bali Fantasy Tour 2009

Kali ini saya mendapat tugas lagi mendampingi anak-anak rekreasi ke P. Bali. Bosan? Tidak juga. Ada keinginan tersendiri untuk selalu hadir di Bali. Seperti halnya bertandang ke Yogyakarta, walaupun hampir tiap saat ke sana, tapi tidak pernah bosan, karena ada nuansa tradisional yang mengelitik untuk dinikmati. Apalagi budaya dan ritme kehidupan tradisional Bali hingga detik ini masih bisa bertahan di tengah gelombang hadirnya turis mancanegara dan turis domestik yang sedikit banyak membawa dampak pada sendi-sendi kehidupan di sana, namun masyarakat Bali mampu mempertahankannya. Sesuatu yang jarang terjadi di daerah lain di Indonesia.

Tahun ini peserta tour ke Bali cukup banyak, rombongan dibagi menjadi enam bus, dan didampingi 17 guru, termasuk bapak kepala sekolah. Dengan didampingi tour leader dari Ma’alas yang cukup berpengalaman, maka perjalanan cukup menjanjikan keamanan dan kenyamanan.


Rombongan berangkat pukul 07.00, molor setengah jam dari jadwal yang telah ditentukan. Bus 1, dikomandani Bp. Sabariyanto, Bp. Suyanto, dan Bu Neni Kartini, membawa siswa kelas XII.IPA-1, dan sebagian XII.IPA-3, Bus 2 dikomandani Bp. Ismanu, Bu Endang, dan Bp. Joko Susanto, membawa siswa XII.IPA-2 dan XII.BHS. Bus 3, Bp. Edi, Bp. Yon, dan Bu Arum, bersama dengan siswa kelas XII.IPA-3 dan XII.IPS-1, Bus 4 didampingi oleh Bp. Sony, Bp. Imam, dan Bu Maria, Bus 5 didampingi oleh Bp. Mariyadi, Bp Agus dan Bu Atik, sedang bus 6, didampingi oleh Bp. Hery dan Bu Anik.

Seperti biasa perjalanan agak terhambat ketika melewati daerah lumpur Lapindo, seluruh kendaraan yang ada di situ harus berjalan merayap bak siput kelaparan. Tapi mau apa lagi karena akses jalan ya hanya melewati tempat itu. Tidak ada alternatif jalan lain. Setelah lepas dari kemacetan, melewati jembatan kali Porong, perjalanan sudah nyaman. Selepas dari areal Pembangkit Tenaga Listrik Paiton, kira-kira pk.12.00 kita sudah sampai di rumah makan UTAMARAYA (Situbondo). Makan siang di tempat ini cukup nyaman karena disamping areal parkirnya cukup luas, juga yang tidak kebagian tempat duduk di dalam bisa makan di luar, di taman yang ada disamping rumah makan, sedang untuk bapak/ibu Pembina disediakan tempat tersendiri di lantai dua, namun menu yang dihidangkan sama dengan yang dinikmati siswa.
(foto di rumah makan)

Perjalanan di lanjutkan, sesampai di perbatasan Probolinggo, rombongan dikawal mobil patroli, kebetulan salah seorang siswa ayahnya Kapolresta Banyuwangi. Dengan beriringan bus yang berjumlah 6, bisa melanjutkan perjalanan dengan lancer plus bisa menghemat waktu. Kalau tanpa dikawal biasanya baru sampai di pelabuhan Ketapang Magrib, tapi dengan adanya pengawalan seperti ini rombongan tiba di pelabuhan Ketapang sekitar pukul 16.00. Moga saja tahun depan bila masih ada program tour ke Bali ada pengawalan seperti ini, asyik khan! Nah fasilitas plus masih kita dapatkan, yaitu ketika sudah sampai di pelabuhan Ketapang, rombongan tidak usah antre, enam bus bisa langsung masuk kapal feri, wah asyik lagi! Waktu bisa dihemat lagi! Bisa lebih cepat lagi! Dan masih banyak lagi … lagi … yang lain.

Seperti biasa sebelum anak-anak turun dari bus, untuk menuju kapal feri mereka sudah diwanti-wanti, bahkan sejak dari sekolah, bahwa mereka selama di dalam feri harus berkelompok, dan diharpakan untuk selalu berada di tempat penumpang yang telah disediakan. Tidak diperkenankan untuk berada di dek paling atas, disamping berbahaya, juga rawan untuk masuk angin. Ada pemandangan klasik kalau kita mau menuju ke feri pasti akan melewati jembatan yang cukup panjang, nah di kiri kanan jembatan itu kita akan melihat beberapa anak setengah baya yang lagi berenang di laut. Mereka pasti akan berteriak-teriak kepada orang-orang yang melewati jembatan itu. Harapannya orang-orang akan melemparkan uang koin ke laut dan mereka akan berenang untuk mengambil uang koin itu. Beberapa kali pak Yon melempar uang koin, dan dengan cekatan beberapa perenang alam berebut untuk mengambil uang koin itu. Terlihat beberapa perenang juga menggunakan sepatu katak agar berenang lebih cepat.





Kurang lebih empat puluh lima menit berada di tengah laut, akhirnya rombongan sampai di pelabuhan Gilimanuk, dan melanjutkan perjalanan darat menuju ke Denpasar tepatnya ke Hotel Made Bali, yang beralamat di jalan Raya Sempidi Denpasar. Dari Gilimanuk ke hotel perjalanan cukup menjemukan karena malam hari sedang di kiri kanan jalan hanya rerimbunan gelap apalagi hujan rintik-rintik juga ikut menemani, sehingga untuk pak sopir harus ekstra hati-hati. Kurang lebih tiga jam perjalanan, waktu yang cukup lama apalagi badan sudah terkuras habis dan kelelahan sudah mulai mendera, anak-anak di bus sebagian sudah terlelap, kalaupun ada satu dua anak yang tidak bisa tidur hanya diam sambil menahan lapar. Sejak awal anak-anak memang sudah diberitahu bahwa perjalanan dari Gilimanuk ke hotel cukup lama oleh karena itu harus menyiapkan roti atau makanan sendiri untuk cadangan bila terlambat sampai ke hotel.

Tepat pukul 20.00 WIB. rombongan tiba di hotel Made Bali. Dipandu oleh Pak Ismanu pembagian kamar untuk anak-anak dan guru Pembina berjalan dengan lancar. Fasilitas kamar untuk siswa dan guru Pembina standar, ada dua buah tempat tidur yang bisa dipakai dua orang. Setelah mandi dan istirahat sejenak, seluruh rombongan makan malam di sebuah ruangan yang terpisah dari areal kamar. Saat itu di hotel juga ada rombongan SMA dari daerah Jawa Tengah, ada tiga bus. Praktis malam itu rombongan kami istirahat total dan tidak ada acara khusus.





KARANG KURNIA
Selasa, 12 Mei 2009, hari kedua di Bali, setelah sarapan, objek wisata pertama yang dikunjungi yaitu Karang Kurnia, yaitu semacam outlet yang menyediakan pernak-pernik cinderamata khas Bali dengan harga sesuai dengan kantong siswa, tetapi dengan kualitas barang yang lumayan. Outlet ini baru buka tiga bulan, dan letaknya tidak begitu jauh dari hotel. Satu tempat alternative selain Pasar Seni Sukowati, dan Galuh. Tahun sebelumnya
Sebelum menunggu pertunjukan barong biasanya ke Galuh, hanya kalau ke Galuh barang yang ditawarkan harganya jauh dari kemampuan siswa, memang sih kualitasnya bagus, tapi kebanyakan siswa kalau ke Galuh hanya melihat-lihat numpang lewat. Oleh karena itu tahun ini ditawarkan oleh travel outlet baru Karang Kurnia.
Pukul 08.58 WIB rombongan tiba di Karang Kurnia, toko tersebut baru saja buka, hal itu terlihat beberapa karyawan masih menyapu lantai. Setelah masuk ke toko tersebut memang benar, semua barang yang dijual harganya tidak berbeda jauh dengan harga di Sukowati, alhasil hampir semua siswa bahkan guru-guru mborong cinderamata.





TANJUNG BENOA
Objek kedua yang dikunjungi pada hari itu adalah Tanjung Benoa. Yaitu suatu kawasan pantai yang biasa terkenal dengan istilah watersport. Di daerah itu kita dimanjakan dengan berbagai permainan air yang menantang andrenalin. Bagi yang ingin mencoba keberanian bisa menikmati parasiling, banana boat, fliying fish, atau jet ski. Sedang yang tidak ingin berbasah-basah cukup menikmati keindahan pulau penyu dan terumbu karang dengan berbagai jenis ikan hias yang bisa dinikmati dengan menyewa perahu, dan pada perahu tersebut ada alat semacam kaca yang bisa digunakan untuk melihat panorama bawah laut. Saat di hotel saya berniat ingin mencoba banan boat, malah sudah brsepakat dngan pak Imam, tetapi sampai di Tanjung Benoa, kita tidak jadi menikmati banana boat tapi mencoba parasiling.



Parasiling adalah sebuah parasut yang ditarik speedboat. Sebelum kita naik parasiling, kita memakai rompi pelampung, kemudian memakai beberapa peralatan yang biasa digunakan oleh penerjun. Setelah mendapat beberapa instruksi cara mendaratkan parasut, maka speedboat akan menarik penerjun. Dari ketinggian kurang lebih 80 meter dari permukaan laut kita bisa menyaksikan panorama yang tiada duanya, bahkan batu karang atau terumbu karang di laut juga tampak kehitam-hitaman. Karena belum terbiasa terjun maka ketika akan mendarat agak sedikit bingung. Mau mendarat di sebelah mana, karena pantai yang begitu panjang. Tapi setelah mendekati pantai, apalagi pemandu yang berada di darat sudah mengangkat bendera biru, maka kita mengetahui arah mendarat. Dengan tarikan tali parasut sebelah kanan secara otomatis parasut sudah mengarah ke bibir pantai. Dan dengan menekuk sedikit kaki kita akan dapat mendarat dengan nyaman.

Flying Fish adalah permainan air yang sangat menantang. Sebuah perahu karet berbentuk ikan pari, dua orang penumpang di sebelah kiri dan kanan tidur terlentang. Sedang pemandu berada di tengah diantara dua penumpang tersebut, yang mempunyai tugas untuk menjaga keseimbangan agar perahu karet kitika melayang di atas permukaan air tidak terbalik. Dengan ditarik speedboat berkecepatan tinggi, maka perahu tersebut akan melayang di udara, dengan ketinggian kurang lebih 5-6 meter. Sensasi berada di atas sebuah layang-layang tidak bisa terbayangkan. Hanya sayang di sini penumpang tidak bisa aktif, hanya pasif menikmati tarikan dari speedboat tersebut.

Banana boat, adalah sebuah perahu karet berbentuk pisang yang ditarik speedboat dengan kecepatan tidak terlalu kencang. Berpenumpang maksimal 4 orang plus satu orang pemandu yang berada paling depan, penumpang akan merasakan desiran angin laut dingin mengingit tulang. Kurang lebih 20 menit kita akan mencoba keberanian berada di tengah laut. Tapi jangan takut tenggelam, karena sebelum naik banana setiap penumpang sudah memakai rompi penyelamat. Nah sebelum banana tersebut ditarik speedboat, penumpang bisa meminta kepada pemandu, selama perjalanan banana tersebut mau digulingkan ke air atau tidak. Jelas kalau digulingkan maka seluruh penumpang akan masuk ke air dan basah kuyup.



Jet Ski, seperti yang kita lihat di televise, jet ski di Tanjung Benoa juga sama. Jet ski tersebut maksimal dinaiki 2 orang penumpang. Dengan tarif sekitar seratus ribu, kita bisa menikmati tarikan gas sesuka kita.

Wisata pulau penyu. Bagi wisatawan yang tidak suka berbasah-basah bisa naik kapal boat bersama-sama menuju pulau penyu. Di sana bisa melihat bermacam-macam penyu. Selain itu kita bisa menikmati panorama bawah laut dengan terumbu karang dan ikan-ikan hias yang cantik.

Sebelum melanjutkan ke objek wisata Outlet Jangkrik, dengan terpaksa bus 3 harus tertinggal dari bus yang lain, karena tuas persneling harus dilas terlebih dahulu. Untungnya penghuni bus 3 bisa memahami hal tersebut.

JANGKRIK
Tepat pukul 12.30 Bus 3 berangkat ke Jangkrik. Dengan diiringi air hujan yang cukup deras akhirnya rombongan bus 3 datang paling akhir ke Jangkrik, setelah makan siang, saya sempat melihat outlet Jangkrik, dan membelikan beberapa potong kaos untuk yang di rumah. Hanya ketika itu koleksi kaos yang ada di counter baik di lantai dasar maupun di lantai atas tidak selengkap ketika setahun yang lalu mampir ke sini. Dan juga karikatur yang melekat di kaos tidak banyak berubah, karikaturnya tetap. Masukan untuk pengelola Jangkrik, kalau masih ingin tetap dikunjungi penggemarnya maka pengelola harus berani tampil beda, utamanya karikatur yang dikaos, harus lebih banyak fariasinya, dan baru. Alhasil saya agak kerepotan untuk memilih. Sempat juga jepret sana jepret sini, khusus untuk arena museum karikatur yang bagi saya cukup menarik dan tidak membosankan. Juga sempat memotret seseorang yang lagi membuat karikatur.



19 April 2009

Kurang Tiga Hari Lagi

Sebenarnya tulisan ini sudah aku buat tiga hari menjelang Unas. Ketika lagi mengajar di XI.A-1, ada keinginan untuk menulis untuk memberi bekal sedikit kepada anak-anakku yang akan menghadapi Unas. Harapannya ada dorongan semangat untuk meraih cita-cita mereka, dan keinginannya agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hanya satu kali ini saja, seumur hidup mereka. Tidak ada kebanggaan, selain melihat mereka bisa tersenyum penuh kebahagiaan dan kemenangan, menyongsong hari depan, masa depan yang lebih baik. Bisa mengantarkan mereka untuk menguak sedikit pintu gerbang cita-cita adalah harapan semua pendidik. Semoga!

Kurang tiga hari lagi
Aku akan menemukan waktuku
Waktu yang telah kutunggu selama tiga tahun
Waktu yang kurindu
Waktu yang hendak mengantarkan aku mengarungi samudra kehidupan yang lebih tinggi
Waktu yang hendak mengiringi aku meraih cita-cita dan mimpiku
Akankah aku sia-siakan?
Akankah aku korbankan waktu, tenaga, dan biaya yang sudah aku keluarkan?
Akankah aku khianati kerja keras dan keringat ayah dan ibuku?
Akankah aku kandaskan mimpi indah dan senyum manis bundaku?
Akankah aku terlantarkan keinginan tulus guru-guru tercintaku?

Waktuku tinggal selangkah lagi
Pintu gerbang sudah di depan mata
Menunggu aku membuka dan masuk di dalamnya
Sudah siapkah aku?
Sudah siapkah aku menerima kenyataan pahit?
Sudah siapkah aku menerima kegetiran?
Sudah siapkah aku menerima kegagalan?
Sudah siapkah aku untuk tidak menangis?
Sudah siapkah aku untuk melihat bundaku melelehkan air mata?
Sudah siapakah aku menerima kesedihan dari ayah, ibuku?
Sudah siapkah aku melihat semua orang melihat ke arahku dengan tatapan sedih?

Tidak!!
Tidak mungkin aku kuat menghadapi semua itu
Tidak mungkin aku bisa melihat kesedihan di mata orang-orang yang kucintai
Tidak mungkin aku bisa menyaksikan guru-gurulu tertunduk gundah
Tidak mungkin bisa !!
Tidak mungkin bisa !!

Masih ada waktu menungguku
Waktu yang harus kulalui
Aku ingin menuju pintu itu
dan masuk di dalamnya
Aku ingin semua orang yang kusayangi tersenyum bahagia
Aku ingin semua orang yang kusayangi mengatakan bahwa aku hebat
Aku ingin semua orang yang kucintai tidak meremehkan aku
Aku ingin mengatakan kepada mereka
bahwa, AKU BISA!
AKU PASTI BISA!

"Selamat menempuh Unas, semoga sukses"


Waktu membuat tulisan tersebut di atas, aku masih bisa untuk menuliskan sampai tuntas. Tapi ketika hendal membacakan di depan kelas, terasa berat, apalagi melihat anak-anakku yang memelas. Pada akhirnya tulisan itu aku serahkan pada Enno, salah seorang anakku yang aku yakin bisa membacakan tulisan tersebut, secara teatrikal. Takjub!! Dengan iringan instrumen yang aku putar dari laptop yang kebetulan aku bawa, judulnya romeo and juliet, berupa petikan gitar klasik. Suasana begitu dingin, sunyi, Enno berjalan di sekeliling teman-temannya sambil membaca tulisanku tadi. Bagai dihipnotis semua tertunduk, satu, dua anak ceweq mulai tak tahan untuk mengeluarkan airmata.

30 Maret 2009

Maaf

Maaf, masih ada kata yang belum terucap
Ketika harus mengakui bahwa keinginan adalah sebagian dari hasrat yang terpendam
Jauh tersembunyi dalam lingkaran penuh misteri
Tersimpan dalam kurun waktu, entah sampai kapan

Maaf, sebenarnya masih ada rindu yang belum tersampaikan
Merangkai naluri menjadi sebuah kenyataan adalah sulit
Merangkul dalam dekapan penuh kasih adalah hal tak mungkin
Sedang rindu tersekat diantaranya

Maaf,
Hanya itu yang bisa kuucap
Selebihnya, masih menjadi obsesi berbalur cita-cita
Tak berujung ...

28 Maret 2009

Kotaku

Saat mentari rebah di peraduan
Meninggalkan rona merah jingga
Sedang angin merayuku dengan khidmat
Ada yang merayap di pelupuk mata
Memendar hingga hangat menyengat
Tetes demi tetes luruh tak bertepi

Kepulan asap berbaur debu
Suara-suara tak bernada memekakkan telinga
Mercury baru saja menyiram kekuningan
Suara adzan syahdu terlindung

Aku terpuruk di sini
Di kota kelahiranku
Tak sepasang matapun sempat melirikku
Apalagi rasa iba yang menggunung
Keramahtamahan telah hilang
Rasa kemanusiaan telah luruh
Kasih sayang sudah sangat langka
Bahkan tak akan pernah ada

Duniaku adalah diriku sendiri
Sengsara adalah teman derita
Rasa lapar adalah anugrah yang kutentang
Sedang bahagia hanya sebuah fatamorgana

Kotaku, hidupku
Kotaku, deritaku
Kotaku, nyawaku
Kotaku, matiku

26 Maret 2009

Izinkan Aku

Izinkan aku mencintaimu
Memberikan segala yang kupunya
Memainkan peran penuh arti
Mendampingi setiap detik dari hidupmu

Bila malam telah menjelang
Bila bulan penuh begitu cantik
Izinkan aku mengecup keningmu
Sebagai tanda kasih hanya untukmu
Persembahan agung melukis jiwa

Ah ... berada disisimu
Adalah bagian terindah menyisir waktu
Memainkan anak rambut di keningmu
Memegang halus lentik jemarimu
Membau bau badanmu yang segar
Melambungkan angan ke dunia impian

Satu, dua, tiga detik
Sering kucuri pandang
Menikmati flamboyan sendu menarik
Paras ayu berpendar indah
Sempurna ....?
Tentu tidak!
Tapi ku suka

Kasih

Meniti buih dengan cendawan kasih
Menorehkan kata-kata mutiara bersinar jernih
Dengan senyum yang tak pernah habis
Lesung pipit, indah bermakna dalam

Raih cintaku dalam dekapmu
Kuberikan segala yang kupunya
Biar indah mahligai waktu
Dendang surga tak pernah lekang

Kasih, sepuluh tahun berlalu
Cinta tak pernah berubah
Membara indah meliuk ditiup angin malam
Sedang bintang gemintang adalah anugrah

Bahtera yang telah kukayuh
Semakin lama semakin cepat
Meluncur menerjang kegalauan
Sedang di kiri kananku bergayut belahan jiwa

Indah,
Bahagia,
Sejuk,
Manja,

Bahagia

Sudah sekian lama aku mengembara
Sudah beribu detik aku nikmati
Sudah beratus kerikil merajam telapak kaki
Sudah berpuluh kali peluh darah menetes
Tapi belum pernah kutemukan arti bahagia

Aku sudah berusaha
Berlari ke arah Timur
Berjalan ke arah Barat
Merangkak ke arah Selatan
Mengesot ke arah Utara
Semua tak mengerti arti bahagia

Bahagia adalah punya teman
Bahagia adalah punya pacar
Bahagia adalah punya mobil
Bahagia adalah punya rumah mewah
Pemahaman itu masuk telinga kanan keluar telinga kiri tak bermakna

Aku mengeluh
Aku mencari info di internet
Aku cari di KBBI
Aku cari di toko buku
Aku cari di perpustakaan
Aku cari di pasar loak
Jawaban yang kutemukan belum memuaskan nuraniku

Pak! Bangun!
Sudah Shubuh!
Kubuka mataku. Popot dan pipit ku sudah ada di atas ranjang.
Senyum dengan gigi kecilnya meredam hatiku
Sejuk, membangkitkan semangat untuk menikmati hari esok.

22 Maret 2009

Dadi Pemimpin Iku Angel

Yen ora iso ngomong, ra sa ngomong
Yen ora iso ngekei contoh, ra sa ngekei
Yen ora iso adil, ra sa ngambil keputusan
Yen ra iso nepati, ra sa janji

Aja mung kata-kata manis iku amung ana ing lathi
manis kedengarannya tetapi ora ana bukti kang jelas

Sakdurunge panjenengan kabeh pengen dadi pemimpin,
coba takonona awakmu dewe
Apa wis bisa mimpin diri sendiri?
Apa awakmu wis sempurna kanthi akeh becike tinimbang alane

Menawi panjenengan kabeh taksih pengin manjaake diri sendiri,
keluarga, kerabat. Lebih bijaksana panjenengan ora usah dadi pemimpin.

Pemimpin iku sanggane abot! Neraka taruhane. Iku ning akherat.
Menawi wonten donya. Siap dicaci maki dan masuk bui apabila kabukten menyengsarakan amanat saking rakyat.
Mula kabeh dulur, dadia pemimpin keluarga kang becik wae, malah iku dadeake manfaat kang akeh kanggo bojo lan anak. Menawi menika sampun panjenengan nglampahi, lan sae baru memikirkan dados pemimpin rakyat.

Supados di eling-eling.
ra sa ngomong, ra sa janji, ra sa ngekei, ra sa ambil keputusan, menawi panjenengan dereng saget ngetrapaken dateng manah panjenengan.

Kapethik saka rapat dinas

16 Maret 2009

Indahnya Keluarga


KETIKA AKAN MENIKAH Janganlah mencari isteri, tp carilah ibu bg anak-anak kita Janganlah mencari suami, tp carilah ayah bg anak-anak kita.

KETIKA MELAMAR Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

KETIKA AKAD NIKAH Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.

SEJAK MALAM PERTAMA Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tp jg semak belukar yg penuh onak dan duri.

KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah isteri atau suami anda 100%

KETIKA TELAH MEMIKI ANAK. Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK. Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

KETIKA EKONOMI MEMBAIK Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

KETIKA MENDIDIK ANAK Jangan pernah berpikir bahwa orang a akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

KETIKA ANDA ADALAH SUAMI Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

KETIKA ANDA ADALAH ISTERI Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan. tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ..

KETIKA ANAK BERMASALAH Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

KETIKA ADA PIL. Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

KETIKA ADA WIL Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS Gunakanlah formula 7 K 1 Ketaqwaan 2 Kasih sayang 3 Kesetiaan 4 Komunikasi dialogis 5 Keterbukaan 6 Kejujuran 7 Kesabaran Semoga…… … — Semoga diriku & dirimu termasuk hamba yang disayang oleh-Nya.."

Sumber : http://ninafkoe.blogspot.com/2007/07/nasehat-perkawinan.html