11 Februari 2009

Kutikam Jiwaku

Ketika kata telah habis terucap. Ketika kegetiran lama mencambuk. Ketika waktu sudah tidak berpihak. Ketika makna tak lagi senada dengan kata. Ketika lagu sudah ditinggalkan denting gitar. Aku menunggu waktu dengan keterpurukan. Sinar yang ada telah lama redup. Sedang angin telah lama berubah menjadi kegersangan. Kucoba tegar,tapi pada akhirnya kutikam juga jiwaku. Angan telah hancur. Cita-cita kandas pada ujung karang. Angin mengalirkan arusnya entah kemana. Kodrat telah membelitku. Sedang cahaya silau memaksa membuka mataku. Seribu kunang-kunang membangunkan mimpiku.
Tiba di puncak kegalauan,kupersembahkan jiwa dan hatiku yang telah mengerak,penuh dengan lumut hijau tua,pada penguasa alam yang lebih mengerti.
Semoga dengan kerelaan, mahligai kenangan,lambat laun akan terkikis habis.
Mungkin ... ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar