30 Maret 2009

Maaf

Maaf, masih ada kata yang belum terucap
Ketika harus mengakui bahwa keinginan adalah sebagian dari hasrat yang terpendam
Jauh tersembunyi dalam lingkaran penuh misteri
Tersimpan dalam kurun waktu, entah sampai kapan

Maaf, sebenarnya masih ada rindu yang belum tersampaikan
Merangkai naluri menjadi sebuah kenyataan adalah sulit
Merangkul dalam dekapan penuh kasih adalah hal tak mungkin
Sedang rindu tersekat diantaranya

Maaf,
Hanya itu yang bisa kuucap
Selebihnya, masih menjadi obsesi berbalur cita-cita
Tak berujung ...

28 Maret 2009

Kotaku

Saat mentari rebah di peraduan
Meninggalkan rona merah jingga
Sedang angin merayuku dengan khidmat
Ada yang merayap di pelupuk mata
Memendar hingga hangat menyengat
Tetes demi tetes luruh tak bertepi

Kepulan asap berbaur debu
Suara-suara tak bernada memekakkan telinga
Mercury baru saja menyiram kekuningan
Suara adzan syahdu terlindung

Aku terpuruk di sini
Di kota kelahiranku
Tak sepasang matapun sempat melirikku
Apalagi rasa iba yang menggunung
Keramahtamahan telah hilang
Rasa kemanusiaan telah luruh
Kasih sayang sudah sangat langka
Bahkan tak akan pernah ada

Duniaku adalah diriku sendiri
Sengsara adalah teman derita
Rasa lapar adalah anugrah yang kutentang
Sedang bahagia hanya sebuah fatamorgana

Kotaku, hidupku
Kotaku, deritaku
Kotaku, nyawaku
Kotaku, matiku

26 Maret 2009

Izinkan Aku

Izinkan aku mencintaimu
Memberikan segala yang kupunya
Memainkan peran penuh arti
Mendampingi setiap detik dari hidupmu

Bila malam telah menjelang
Bila bulan penuh begitu cantik
Izinkan aku mengecup keningmu
Sebagai tanda kasih hanya untukmu
Persembahan agung melukis jiwa

Ah ... berada disisimu
Adalah bagian terindah menyisir waktu
Memainkan anak rambut di keningmu
Memegang halus lentik jemarimu
Membau bau badanmu yang segar
Melambungkan angan ke dunia impian

Satu, dua, tiga detik
Sering kucuri pandang
Menikmati flamboyan sendu menarik
Paras ayu berpendar indah
Sempurna ....?
Tentu tidak!
Tapi ku suka

Kasih

Meniti buih dengan cendawan kasih
Menorehkan kata-kata mutiara bersinar jernih
Dengan senyum yang tak pernah habis
Lesung pipit, indah bermakna dalam

Raih cintaku dalam dekapmu
Kuberikan segala yang kupunya
Biar indah mahligai waktu
Dendang surga tak pernah lekang

Kasih, sepuluh tahun berlalu
Cinta tak pernah berubah
Membara indah meliuk ditiup angin malam
Sedang bintang gemintang adalah anugrah

Bahtera yang telah kukayuh
Semakin lama semakin cepat
Meluncur menerjang kegalauan
Sedang di kiri kananku bergayut belahan jiwa

Indah,
Bahagia,
Sejuk,
Manja,