17 Februari 2010

Cerita 2

Sukmaku
Menyeruak diantara ilalang kering
Menggeliat dari rasa sakit
Menentang keinginan dan hasrat

Sukmaku
Mengembara diantara duri-duri tajam
Seskali menggores, pedih, sakit
Tetes darah membasahi keringatku

Sukmaku
Keyakinan telah porak poranda
Mengambang diantara udara dan angin
Tak pernah menepi
Tak pernah bermuara
Tak pernah singgah

Sukmaku
Lidah telah keluh
Menata kata jadi kalimat
Menyambung rasa jadi keinginan

Sukmaku
Berdiri di ujung kegelisahan

Cerita 1

Tadi malam
Ketika hening mampir dengan kesendirian
Kau elus pipiku dengan kenangan
Tentang malam, bintang, dan pinus yang sudah tua
Goresan makna yang menghias senyum
Melingkar manja membelit rasa bahagia dulu
Apa yang kau rasa sekarang?
Bahagia?
Senang?
Sedih?
Duka?
Ku ingin ada binary-binar berpendar
Agar senyummu tak berubah

02 Februari 2010

Bali Fantasy Tour 2010

Alhamdulillah, kali ini mimpi dan keinginan dari istri dan anak-anakku kesampaian, yaitu berlibur ke pulau Dewata-Bali. Memang selama ini mereka hanya mendengar cerita dari aku, karena memang setiap tahun aku selalu ke Bali. Tapi kali ini mereka bisa membuktikan kecantikan dan keelokan pulau Dewata.

Seminggu sebelum hari keberangkatan, Non, Udin dan Windul sudah kuberitahu, bahwa tahun ini sekolah akan mengadakan wisata ke pulau Bali. Wah, reaksi ketiga permata hatiku itu begitu meriah, berbunga-bunga. Bahkan setiap hari kedua anakku selalu menanyakan kapan berangkat, walaupun mereka sudah tahu kepastian berangkatnya. Maklum, masih kecil!. Bahkan Non, sudah menyiapkan pakaian tiga hari sebelum pemberangkatan. Dan aku diharuskan membawa barang-barang tersebut ke sekolah hari Sabtu. Pokoknya persiapannya seru banget!! Mulai dari pakaian, snack anak-anak,hingga perlengkapan payung dan jas hujan. Pokoknya kami berfikir bagaimana perjalanan nanti bisa menyenangkan tanpa ada hamabatan ini itu.


Hari Sabtu, aku masih disibukkan kegiatan di sekolah, mulai dari mempersiapkan pertemuan orang tua siswa kelas XII dan kelas X, sampai dengan acara pembagian rapor. Praktis mulai jam enam pagi sampai dengan jam empat sore, aku full berada di sekolah. Dikatakan payah memang payah, badan rasanya ingin istirahat total. Tapi! persiapan finising di rumah untuk persiapan keesokan harinya masih menuntut badan ini bekerja lagi. Jam sepuluh malam badan baru bisa direbahkan untuk istirahat. Lelah banget!. Idealnya kalau kita akan bepergian jauh, rekreasi misalnya, seharusnya satu hari sebelumnya harus ada istirahat yang cukup, sehingga kita tidak terlalu lelah waktu berangkat rekreasi. Mungkin hal ini bisa menjadi agenda untuk tahun yang akan datang.




Hari Minggu jam empat pagi sudah bangun, setelah mempersiapkan kedua anakku, dan juga sempat sarapan, kami berangkat mengendarai motor. Memang kali ini tidak naik taxi untuk menghemat pengeluaran. Sedang barang bawaan sudah aku bawa pada hari Sabtu Malam. Sampai di tempat parkir Safari Megah,suasana sudah ramai. Beberapa keluarga dari teman-teman sudah siap. Sedang di tempat itu ada beberapa bus. Tempat terasa penuh sesak,karena ada 10 bus. Kebetulan siswa SMP juga akan studi banding ke Bali,dengan naik bus.










12 Januari 2010

Belajar Drum



Sudah hampir 3 bulan, kedua anakku belajar drum di sekolah musik MAYURA. Awalnya hanya Mas Udin yang dikursuskan, tapi ternyata Windul protes minta dikursuskan juga. Katanya tidak adil, masak Mas Udin saja yang belajar drum. Padahal Windul sudah kursus keyboard, sudah buku 2. Untuk mengurangi protes anak perempuanku itu, pada akhirnya Windul juga ikut kursus drum. Mungkin dalam diri Windul sudah bersemayam sedikit jiwa berkesenian, sehingga kemajuannya dalam belajar drum melebihi kakaknya. Selain belajar notasi balok, mereka juga belajar mengiringi sebuah lagu dari lagu-lagu mp3 yang diperdengarkan dari komputer. Hanya sayangnya di tempat kursus tersebut tidak menyediakan lagu dalam bentuk minus one drum. Untuk Udin memang masih perlu banyak belajar dan berlatih, terutama dalam memahami dan menikmati alunan sebuah lagu. Tapi tetap aku merasa salut kepada kedua anakku. Bersemangat!!! Minimal dengan belajar musik aku berharap mereka mempunyai karakter yang teguh, tidak putus asa, dan sedikit menepis anggapan sebagian umum, anggapan kolot bahwa dunia musik adalah dunia hura-hura, dan biasanya anak-anak band tidak berhasil..
Alhamdulillah bulan Desember kemarin aku sudah membelikan seperangkat drum, walaupun tidak terlalu bagus, tetapi cukup untuk berlatih di rumah. Semoga dengan kehadiran alat itu menambah semangat mereka untuk berlatih.