11 Februari 2009

Kutikam Jiwaku

Ketika kata telah habis terucap. Ketika kegetiran lama mencambuk. Ketika waktu sudah tidak berpihak. Ketika makna tak lagi senada dengan kata. Ketika lagu sudah ditinggalkan denting gitar. Aku menunggu waktu dengan keterpurukan. Sinar yang ada telah lama redup. Sedang angin telah lama berubah menjadi kegersangan. Kucoba tegar,tapi pada akhirnya kutikam juga jiwaku. Angan telah hancur. Cita-cita kandas pada ujung karang. Angin mengalirkan arusnya entah kemana. Kodrat telah membelitku. Sedang cahaya silau memaksa membuka mataku. Seribu kunang-kunang membangunkan mimpiku.
Tiba di puncak kegalauan,kupersembahkan jiwa dan hatiku yang telah mengerak,penuh dengan lumut hijau tua,pada penguasa alam yang lebih mengerti.
Semoga dengan kerelaan, mahligai kenangan,lambat laun akan terkikis habis.
Mungkin ... ?

10 Februari 2009

Percaya Diri

Membangun rasa percaya diri adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Mudah dilakukan apabila si subjek menyadari arti penting dari percaya diri, dan selanjutnya dengan penuh perjuangan mencoba untuk mewujudkannya. Setiap pekerjaan atau cita-cita pasti ada halangannya. Demikian pula ketika kita akan mewujudkan rasa percaya diri,pasti banyak rintangannya, terutama diri kita sendiri. Tetapi kalau semua pekerjaan atau cita-cita itu dilandasi dengan semangat 45, semangat yang pantang putus asa. Pada akhirnya rasa percaya diri bukan merupakan suatu impian atau imajinasi semata. Apa sih manfaatnya,kalau diri kita sudah berbaju percaya diri? Tentu banyak manfaat posistif yang bisa kita ambi. Antara lain(1) Kita tidak mudah terombang-ambing oleh orang lain. Dengan tegas kita menyatakan pendapat atau yang akan kita kerjakan. (2) Siap dengan segala resiko atas keputusan yang kita ambil.(3) Mampu memotivasi diri sendiri. (4) Mampu memberikan alternatif kepada orang lain atas argumen yang kita miliki. (5) Cepat mengambil keputusan yang didasari analisa berhasil atau tidak.

Memberi Sesuatu

Memberi sesuatu yang terindah dalam kehidupan ini, adalah suatu pekerjaan yang amat berat. Tidak semua orang mampu memberinya, termasuk diri saya. Pengembaraan di selasar waktu, menjelajah detik menuju menit, menit menuju jam, dan seterusnya penuh dengan sayatan, perih. Tapi kadang senyum indah tetap saya rasakan. Andai waktu bersahabat dan mampu saya undurkan. Ingin hal itu bisa terjadi. Akan saya nikmati perjalanan undur waktu itu. Akan kunikmati kembali masa-masa indah ketika kau masih mendampinginku. Akan saya nikmati halus lembut belaian tangan sudah penuh keriput. Akan saya rasakan perhatian yang lebih dibanding dengan perhatian dari yang lain. Tapi waktu tetap waktu. Dia mempunyai lintasan yang harus dilalui, dan lintasan itu hanya satu arah, menuju ke .... Kini penyesalan hanyalah pekerjaan yang sia-sia. Tidak ada guna. Tidak ada faedah. Mata hatiku hanya tinggal sebelah,nah inilah tempat saya mengadu, merajuk, bahkan perhatian penuh saya curahkan kepadanya. Moga ini perjalanan yang membahagiakan. Perjalanan yang menyenangkan.
Untukmu yang telah tiba di surga

15 Desember 2008