15 Desember 2008
27 Oktober 2008
CLAKET - HATIKU
Ketika keinginan menjadi sesuatu yang langka, aku mencoba keluar dari kamar menuju pekat malam. Melihat bintang beralih yang membelah angkasa, memberikan nuansa yang menyibak beberapa kenangan tentang pucuk pinus yang semakin kering, dan mungkin di senja yang lain akan benar-benar runtuh, berjatuhan ke tanah, yang pada akhirnya harus membusuk. Setiap waktu menikmati malam dan pekat seperti ini selalu, dan selalu kau hadir menelusup diantara kantuk dan harap. Suatu harapan yang tidak mungkin terwujud, suatu keinginan yang jauh dari kenyataan. Membentuk wajahmu menjadi guratan-guratan fatamorgana, seperti halnya melihat angin diantara batang-batang pinus yang berserak, bergelimang tanah basah oleh embun malam ini. Ah, mengapa keinginan selalu terlambat oleh kenyataan. Dan mengapa kenyataan tidak selalu seperti harapan.
Ada bintang di selasar mayapada
Ada pekat mengitari keinginan
Ada dingin menyelimuti rindu
Ada harap yang tak kunjung berujung
Non, membayangkanmu adalah kesenangan tersendiri yang selalu menghiburku, di kala sepi di langit, dan dingin yang menggigit kulit. Lekuk bibir yang selalu terucap penuh kasih, sering membelai rasa gundah yang kadang mendera, mengerak menghuni ujung batinku. Kata-kata yang meluncur dari ujung bibirmu tak pernah kering dari sentuhan sayang, membelai mesra menggelitik manja dalam dekapan keinginan-keinginan menuai hangat. Halus kulit telapak tanganmu menyentuh, melingkar leher, ada getaran-getaran halus membentur dinding hasrat ingin memberikan kecupan terindah di keningmu.
Ku tlah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau Lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Fikirku salah mengertimu
Aku Tak ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Kulalui waktu yang tersisi kini
Disetiap hariku disisa akhir nafas hidupku
Walaupun semua
Hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Kulewati itu
Asalkan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Pikirku salah mengertimu,
Non, di setiap nafas hidupku, aliran darahku merasakan hangat sentuhan dari jiwa yang begitu bebas, lepas, tanpa batas, dan ikatan. Ada naluri yang tak kan pernah hangus oleh waktu, walau lindasan begitu hebat, walau hambat menghadang. Hanya saja jiwa ini telah menjadi bagian yang tak terpisah dari sebuah mahligai. Ketika dusta harus kita singkirkan, ketika memaknai kejujuran harus kita akui, jujur aku akui bahwa aku begitu sayang kepadamu. Entah, dan sudah entah yang keberapa kucoba elak, mendustai diri, menjahuimu, mengacuhkanmu, menyingkirkanmu, tetapi semakin aku melukai diriku, maka semakin aku merindukanmu. Api yang sudah menyala, walau sudah tersiram oleh hempasan angina dan hujan yang membasah, tapi tetap menyisahkan bara hangat yang selalu mengingatkanmu.
Malam, ketika beberapa bintang beralih ke langit utara, ketika bintang gubuk penceng, memaksaku untuk melihatnya. Aku duduk di atas deretan rapi paving jalan, dingin, serpihan angina mengelus lembut sebagian rambutku. Ada yang terluka, ada yang terkenang, ada yang menyelinap diam-diam di balik sudut batin. Menggelitik, entah untuk berapa lama lagi. Kulangkahkan kaki ini, menuai kenyataan, kuhibahkan rasa ini demi rasa sayangku yang sangat.
Pondok Claket Indah, LDKS 24-26 Oktober 2008
di 00.46 0 komentar
Label: waktuku Sekolahku
20 September 2008
HITAMKU

Ketika pertama mendengar lagu ini, aku sudah kesengsem, suka dengan iramanya yang sederhana dan hentakan drum yang sangat kentara. Dan saat mencoba mencerna lirik, bait demi bait aku tersenyum sendiri. Ada yang datang sejenak dan pada akhirnya harus hilang. Kenangan buat seseorang yang pernah singgah, menghuni salah satu sudut batinku. Melukis bait-bait indah, mendera, membias, menghadirkan fatamorgana yang tak pernah akan tiba di ujungnya.
Coba dendangkan lirik lagi di bawah ini, sambil mendengarkan lagunya! Pasti asyik!
Hitamku
oleh: Andra and The Backbone
Masih Adakah Separuh Hatiku
Yang Ku Berikan Hanya Untukmu
Ku Harap Engkau Masih Menyimpannya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Reff 1:
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku
Masih Adakah Separuh Janjiku
Yang Kubisikkan Hanya Padamu
Ku Harap Engkau Masih Mengingatnya
Jangan Kau Pernah Melupakannya
Back to Ref 1 :
Andai Ku Dapat Memutar Waktu
Semuanya Takkan Terjadi
Reff 2 :
Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Janjiku
Ku Hapus Sikapku Untukmu
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Simpan Separuh Hatiku
Simpan Separuh Janjiku
Sedikit info tentang Andra and The BackBone
Andra and The BackBone adalah grup musik yang dikomandani Andra Junaidi, yang juga personel Dewa 19. Personel mereka yang lain meliputi Deddi Suryadi sebagai vokalis dan Stevie Item pada gitar, serta Andra pada drum.
Dalam proklamasinya grup musik yang dibentuk pada 2007 itu mengaku sebagai 'solo dengan format band'. Lagu utamanya berjudul Musnah, dengan album perdananya Andra & The Backbone dirilis pada 2007.
Album Andra and The BackBone mendapat sambutan sukses dari masyarakat, seiring dengan kesuksesan management artis Republik Cinta milik pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani
di 00.41 0 komentar
Label: waktuku Aku
08 September 2008
AKRAB KEMBALI DENGAN ANAK
Keakraban adalah pintu untuk menuju pada pendidikan seorang anak
Semakin renggang. Inilah pernyataan yang sering dikeluhkan oleh beberapa orang tua, ketika putra-putrinya semakin besar. Anak yang dulu begitu manis dan selalu menuruti ucapan orang tua tiba-tiba berubah dengan perilaku baru yang terlihat kurang hormat dan kurang taat kepada orang tua.
Fenomena di atas bukanlah kejadian yang aneh. Karena dengan semakin luasnya wilayah sosial anak, maka objek yang disenangi anak juga semakin beragam dan objek tersebut tidak lagi selalu dari orang tua mereka. Perluasan sosial anak dengan pola interaksi yang sejajar juga mendorong anak untuk tidak lagi mau diberlakukan seperti anak kecil yang harus selalu menurut dan bergantung kepada orang tua (Psikologi perkembangan).
Sebaliknya, di sisi lain seluruh perubahan anak tersebut tidak selalu diikuti oleh perubahan orang tua. Bahkan secara tidak sadar orang tua berusaha untuk mempertahankan otoritasnya ketergantungan anak tersebut selama mungkin.
”Semakin renggang” bukanlah kejadian luar biasa. Namun bukan berarti kita menyikapinya dengan membiarkan hubungan kita semakin renggang. Banyak cara yang dapat kita lakukan membangun kembali keakraban dengan putra-putri kita, diantaranya :
a. Bermain dan bercanda dengan anak.
Kebutuhan untuk bermain dan bercanda tidak monopoli anak yang masih sangat kecil. Bahkan anak yang mulai menginjak remaja masih sangat perlu untuk kita ajak bermain dan bercanda. Umar bin Khathab ra berkata, ”Hendaklah seseorang ketika berada di tengah keluarganya seperti anak kecil yang masih suka bermain dan bercanda. Tapi ketika tersentuh kehormatannya, ia akan menjadi lelaki sejati.”
b. Memberi kecupan, perhatian, dan kasih sayangAnak yang selalu kita beri kecupan setiap mereka berpisah dengan kita lebih besar kemungkinan untuk terbebas dari pengaruh negatif. Kecupan di kening melahirkan ikatan yang kuat, mewujudkan perhatian , dan menumbuhkan kasih sayang.
c. Berdialog dan berbagi dengan anak.Dialog yang baik dan sharring (berbagi rasa) yang efektif akan meningkatkan secara signifikan kepercayaan diri anak. Seorang anak yang selalu diajak dialog dan sharing orang tua akan merasakan keberadaan dirinya sangatlah bermakna bagi jiwa sosialnya.
d. Menggunakan respons dan menghindari reaksi.
Reaksi adalah tindakan yang didasari dari pemikiran pertama saat melihat perilaku posistif/negatif anak. Respon adalah tindakan yang didasari pemikiran mendalam dengan melihat sebab dan akibat terhadap perilaku di atas.
e. Memberikan hadiah, penghargaan, dan pujian kepada anak.Rasulullah saw. Bersabda, ”Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai.”
f. Lebih banyak mendengar daripada berbicaraSaat anak bereksplorasi dengan lingkungan baru dengan nilai-nilai yang seringkali berbeda, sebenarnya mereka mempunyai pertanyaan-pertanyaan dalam benak. Jika orang tua mampu merangsang mereka untuk menyampaikan kepada kita tanpa rasa takut, kita akan mempunyai kesempatan untuk membangun fikrah (pola pikir) yang baik. Pastikan kita lebih banyak mendengar dan membiarkan anak berkata tanpa rasa takut dan malu. (tim parenting)
Majalah Al-Falah
di 17.34 1 komentar
Label: waktuku Renungan





