08 Maret 2010

Hidup


Hidup harus penuh perjuangan
Tapi perjuangan harus dilandasi dengan kejujuran
Sedang kejujuran adalah kiblat dari kesuksesan yang hakiki

Hidup jangan mendera batin
Memporakporandakan suatu keinginan
Sedang keinginan adalah nurani yang agung

Hidup jangan pernah enggan
Sebab rasa enggan akan menjerumuskan kita dalam kemalasan
Sedang kemalasan adalah inti dari kegagalan

Kegagalan adalah sesutau yang wajar
Kegagalan adalah sesuatu yang tertunda
Kegagalan adalah pelajaran berharga
Kegagalan adalah jenjang menuju sukses

07 Maret 2010

Bercanda dengan Adik


Hari Minggu selepas les musik di Mayura, kedua anakku minta jalan-jalan. Ada dua alternatif, Windul ingin ke Royal, sedang Udin ingin ke McD. Sebelum lepas dari Mayura Windul dan Udin saya suruh Suit, ternyata yang menang Windul. Jadi kami bertiga langsung meluncur ke Plaza Royal. Setelah parkir motor di sekolah, bertiga jalan menyeberang jalaln, kurang lebih 5 menit kami sudah sampai di Royal, dan langsung menuju ke Dundde. Restoran siap saji semacam McD. Setelah pesan satu porsi tambah satu nasi dan dua minuman, kedua anakku makan dengan lahap. Maklum sudah hampir 3 atau 4 bulan mereka tidak pernah jalan-jalan. Seusai makan mereka ke Gramedia. Sedianya hanya jalan-jalan, tapi mereka minta dibelikan buku. Windul memilih buku kumpulan lagu, sedang Udin memilih buku tentang Futsal. Maklum dia lagi gandrung dengan Futsal.
Kami pulang ke rumah pukul 16.00. Sampai di rumah Non cemberut, soalnya tidak di ajak jalan-jalan. Ngak pa-pa kan. Lain kali aku ajak sendiri kataku, sambil tertawa.

Repotnya Jadi Murid


Sebuah puisi untuk guruku

Jadi murid itu serba salah
Terlambat, salah
Tidak mengerjakan PR, salah
Bolos, lebih salah lagi
Ramai di kelas, salah
HP aktif tidak sengaja, salah
Maju ke depan tidak bisa, salah
Nilai jelek, salah
Tidak bertanya, salah
Diam, tidak bertanya, salah juga
Cerewet, salah
Terlalu diam, salah juga
Tidak mencari guru yang terlambat masuk kelas, salah
Tidak mencari guru yang memang tidak masuk, salah
Kelas kotor, salah
Jurnal hilang, salah
Papan tidak dihapus, salah
Ada yang kentut tidak disengaja, lebih salah lagi
....
Kalau salah terus
Kapan aku jadi anak pintar!

01 Maret 2010

Yang Tersisa dari Culture



Sejak awal pentas seni Culture diumumkan sebagai gawe dari OSIS, pak Syamsi sedianya akan berdua dengan Windul untuk menyanyikan lagu dari Yovie and Nuno yang berjudul ..... Dengan semangat 45 pak Syamsi bersedia jadi penyanyi, and Windul yang akan mengiringi pakai keyboard. Dengan semangat 45 juga, walau agak ragu Windul juga menyanggupi. Dengan semangat 50 an, akhirnya saya sampaikan pada guru lesnya, Mbak Lina. Dan Mbak Lina menyanggupi memberikan notasi dan kord-nya. Selama dua kali pertemuan sebenarnya Windul sudah menguasai, hanya iringan yang diberikan masih sederhana. Kurang puas dengan keadaan itu, maka saya berinisiatif mendatangkan Mas Fery, yang biasa memberikan prifat piano. Mas Fery memberikan teknik bermain piano sederhana untuk mengiringi lagu tersebut. Ternyata dengan dua kali pertemuan Windul juga telah bisa. Tapi karena pertimbangan psikologis, karena persiapan yang kurang matang, maka untuk tahun ini penampilan Windul ditunda dulu. Windul pun setuju juga. Mungkin lagu itu akan dipakai untuk tampil di sekolahnya, pada acara perpisahan kakak kelas VI.
Tetap semangat untuk tetap berkarya, walaupun sederhana!!!