06 Agustus 2008
01 Agustus 2008
MERAH dan PUTIH
MERDEKA
Menurutku
Merdeka
Artinya, bebas …
Bebas berkata
Bebas bertindak
Bebas berdomo
Bebas menghujat
Bebas mencela
Bebas berkhianat
Bebas bertengkar
Bebas korupsi
Bebas mencuri
Bebas ...
Bebas ...
Pokoknya, bebas lah!
...
...
Indonesiaku
Menangislah ... lah ... lah lah ...
PAHLAWAN
Aku pahlawan
Aku pahla-wan
Aku pah-la-wan
Pahlawan itu aku
Jadi mohon dimengerti
Aku pahlawan
Jadi mohon dihormati
Aku pahlawan
Jadi mohon disegani
Bahwa, aku pahlawan
Yang pahlawan adalah diriku
Bila demikian aku pahlawan
Iya, aku pahlawan
Sungguh, aku pahlawan
Sungguh, iya, aku pahlawan
”Apa sih pahlawan itu?”
Pahlawan, ya pahlawan
Titik
Cerewet amat sih ...
BENDERA
Kibarkan benderamu
Tapi jangan terlalu tinggi
Sebab bangsa ini masih menangis
Sedih ...
Tersedu ...
Terbelit ...
Berbelit ...
Membelit ...
Kibarkan benderamu
Tapi jangan dengan congkakmu
Sebab bangsa ini masih merana
Bencana berseru
Meraup masih perlu
Pendidikan menunggu
Bebas terbelenggu
Tapi ...
Kau harus tetap kibarkan bendera
Tuk memperingati hari jadi bangsamu
di 03.04 0 komentar
Label: waktuku Sastra
25 Juli 2008
SAHABAT
Kehangatan Memelukku
Ketika angin bertanya kepadaku
Apakah kau masih mencintainya?
Kujawab, aku masih cinta
Ketika rasa cemas bertanya kepadaku
Apakah kau masih sayang kepadanya?
Kujawab, aku masih amat sayang
Ketika kecemburuan bertanya kepadaku
Apakah kau masih rindu kepadanya?
Kujawab, kerinduan selalu membelit waktuku
Ketika pucuk pinus bertanya kepadaku
Apakah kau masih ingat aliran sungai nan sejuk?
Kujawab, aku pernah merasakannya
Ketika senja merah bertanya kepadaku
Apakah kau masih ingat senyumnya?
Aku terdiam ...
Kehangatan hadir memelukku
Aku, Dia, Kita
Aku tak kuasa mengelak
Ketika badai menampar mukaku
Menyadarkan tentang hidup
Bahwa kebekuan akan terjadi
bila aku diam dan kau diam, sedang diantaranya adalah tanya yang tak mungkin ada jawabannya. Sebab, manusia hidup adalah mencoba memahami dan dipahami, mencoba mengerti dan dimengerti, mencoba memberi dan menerima, mencoba mengalah dan jangan angkuh kalau harus kalah yang tak mungkin membuatmu malu.
Bila bara sudah menyala, berusahalah agar tidak menjadi pijaran api. Bila rasa resah mulai menjalar berusahalah mengambil air kehidupan. Basuh, reguk dengan kesucian jiwa. Bila gundah membelenggu, cari belahan jiwa, raih, dekap dalam pelukan penuh kehangatan.
Tanya Seorang Sahabat
Apakah kamu bahagia?
Apakah kamu puas dengan pola kehidupanmu?
Apakah kamu sudah cukup dengan dua orang anak?
Apakah kamu sudah cukup dengan gaji seorang guru?
Apakah kamu sudah puas dengan satu orang istri?
Aku terdiam ...
Tersenyum
di 17.07 0 komentar
Label: waktuku Aku
23 Juli 2008
LAGU TENTANG INDONESIA
BERKIBARLAH
Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibarlah Engkau di dadaku
Tunjukanlah Kepada Dunia
Semangatmu Yang Panas Mambara
Daku Ingin Jiwa Raga ini
Selaraskan Keanggunan
Daku Ingin Jemariku Ini
Menuliskan Kharismamu…
Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibar di Luas Nuansamu
Tunjukanlah Kepada Dunia
Ramah Tamah Budi Bahasamu
Daku Ingin Kepal Tangan Ini
Menunaikan Kewajiban
Putra Bangsa Yang Mengemban Cita
Hidup Dalam Kesatuan…
Kebyar-kebyar
oleh Gombloh
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga
biarpun bumi bergoncang
kau tetap Indonesiaku
andaikan matahari terbit dari barat
kaupun tetap Indonesiaku
tak sebilah pedang yang tajam
dapat palingkan daku darimu
kusingsingkan lengan
rawe-rawe rantas
malang-malang tuntas
denganmu …
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu
kebyar-kebyar, pelangi jingga
Indonesia …
merah darahku, putih tulangku
bersatu dalam semangatmu
Indonesia …
nada laguku, symphoni perteguh
selaras dengan symphonimu
Bendera
oleh Cokelat
biar saja ku tak sehebat matahari
tapi ku slalu mencoba tuk menghangatkanmu
biar saja ku tak setegar batu karang
tapi ku slalu mencoba tuk melindungimu
biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu
kupertahankan kau demi kehormatan bangsa
kupertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku kan selalu menjagamu
di 22.29 0 komentar
Label: waktuku Renungan

